“LISTRIK PRABAYAR”

Posted: 18 Februari 2010 in Materi kuliahku

Mungkin ini adalah sebuah informasi lama bagi yang tau dan hal yang gak asing lagi bagi yang sudah pasang alat ini.
Sebenarnya karena kerugian yang dialami oleh pihak PLN sebagai produsen Listrik negara karena harga jual tak sebanding dengan harga produksi per kWh. Misal : PLN produksi per kWh Rp. 3000,-/kWh dan harga jual listrik ke konsumen hanya Rp. 650,-/kWh. coba tebak kenapa kok bisa begitu??? Berapa kerugian yang dialami PLN tiap hari,bulan,tahunnya??? Kalo anda cerdas seharusnya anda tau apa alasannya… hehehehe (kalo yang gak tau bukan berarti anda gak cerdas tapi anda kurang dalam menangkap dan menanggapi suatu realita yang ada sekarang ini). Kok jadi curhat gini.. KEMBALI ke TANKTOP!!! LOH??? :)
OK,kita lanjutkan lagi. Mungkin di Ibukota negara kita tercinta ini sudah banyak yang menggunakan meteran listrik prabayar maupun di kota-kota besar lainnya.

Mengapa menggunakan meteran listrik prabayar? Apa keuntungan dan manfaat menggunakan meteran prabayar ini?? Itu mungkin suatu pertanyaan yang muncul dalam pikiran anda.. Mungkin!!! kalo gak ya gak apa-apa gitu aja kok repot…. Ayo kita bahas satu per satu..

Program Listrik Prabayar adalah suatu program yang ditawarkan PLN kepada pelanggannya agar dapat mengendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan dan bagi pelanggan pasang baru maupun yang migrasi dari pasca bayar dapat dengan mudah mengajukan pemasangan listrik prabayar cukup dengan menghubungi kantor pelayanan PLN terdekat, melengkapi surat-surat permohonan, dan jika hasil survey lokasi tidak ada masalah, maka dengan segera PLN dapat melakukan pemasangan.

Kenapa kok ada program seperti ini? Sebenarnya pemerintah dan PLN sudah cukup tanggap terhadap banyak keluhan yang ditujukan ke mereka (Pemerintah dan PT.PLN). Kalo udah tanggap kenapa responnya kok lambat? sebenarnya gak lambat,udah adanya planning yang telah dibuat untuk dilaksanakan demi kesejahteraan rakyat Indonesia (Konsumen Utama). Kalo cuma planning aja tanpa adanya dana ya percuma dan itu juga akan jadi impian dan bunga tidur saja..
Program ini sudah dirancang beberapa tahun yang lalu. Dan sekarang sudah bisa terlaksana.

Ayo kita terusin lagi informasinya..
Latar Belakang Program Listrik Prabayar
Masih adanya keluhan :
– Pencatat meter
– Tagihan tidak menentu
– Tunggakan rekening rumah kontrakan/kos
– Salah pemutusan
– Tagihan tidak sesuai dengan pemakaian

Sekarang tau kan kenapa kok dilakukan program semacam ini. Pernah gak pikiran negatif seperti hal tersebut? Kalo gak ada ya syukur Alhamdulillah,kalo ada ya coba dipikirkan juga kok bisa begitu? Jangan mikir diri sendiri donk. hehehehe…

MANFAAT-MANFAAT yang bisa diperoleh:

  1. Pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya setiap saat.
  2. Pelanggan dapat mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai dengan anggaran belanja.
  3. Pelanggan dengan mudah dapat mengendalikan pemakaian dan biaya listriknya sehingga terhindar dari pemborosan.
  4. Melakukan kontrol Penggunaan Listrik
  5. Merubah perilaku hemat energi
  6. Privacy (tidak perlu pencatatan meter/bln)


KEUNTUNGAN LISTRIK PRABAYAR

  • Pelanggan bisa membeli TOKEN (isi ulang energi listrik) di payment point dan ATM dengan jaringan yang luas.
  • Pelanggan tidak perlu repot membukakan pintu rumah karena tidak akan didatangi petugas pencatat meter.
  • Tidak akan ada kesalahan pencatatan meter.
  • Tidak ada istilah menunggak, sehingga tidak akan didatangi petugas penagihan.
  • Privasi pelanggan tidak terganggu

Dalam menggunakan Listrik Prabayar ini kita harus membeli voucher isi ulang atau disebut dengan Token. Token ini berfungsi untuk menjalankan meteran listrik prabayar ini. Bentuknya seperti voucher isi ulang pulsa,tinggal gesek aja gitu dan selanjutnya memasukkan 20 digit dengan benar ke meteran tersebut.

DI PERUNTUKAN oleh siapa saja Meteran seperti ini?
Meteran Listrik Prabayar ini di peruntukan oleh :

  1. Pelanggan baru
  2. Pelanggan pasca bayar migrasi ke pra bayar (dikenakan biaya administrasi)
  3. Untuk sementara LPB diperuntukkan sambungan 1 Phasa dengan daya 900VA, 1300VA, 2200VA, 3500VA, 4400VA, dan 5500VA.

trus untuk pembelian token tu dimana?

Saat ini Token dapat diperoleh di :

  • BPR KS, PT. POS
  • Bank Bukopin
  • Bank Mitra PLN (ATM dll)

Nilai Token yang ada :

  1. Nilai token terdiri dari unsur kWh, PPJ dan materai
  2. Pilihan nilai token tertentu (Rp 20.000, Rp 50.000,Rp 100.000,Rp 250.000,Rp 500.000), atau pilihan token bebas / flexible mulai dari Rp 20.000 s/d Rp 1 juta.

CARA PENGGUNAAN TOKEN

  1. Membeli token isi ulang pada outlet-outlet pembelian.
  2. Masukkan 20 digit nomer token ke kWh prabayar, contoh : 0800 1234 3535 3250 6999

SEKIAN DAN TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT

About these ads
Komentar
  1. hamid mengatakan:

    Yth. PLN. apakah dengan menggunakan kwh Prabayar tidak boros,

  2. hafidz mengatakan:

    apakah kalau umpama yg ada di rumah cuma pembantu dan tidak tau cara pengisian pulsanya apa bisa dari atm di bayar atau diisikan. terima kasih.

  3. Token Listrik mengatakan:

    bagi yang kesulitan mendapatkan token/pulsa listrik prabayar kami menyediakan pembelian secara online…lebih mudah dan tidak perlu mengantri…silah berkunjung kesini http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4304921
    terima kasih.

  4. Alex Tri Kantjono Widodo mengatakan:

    Saya baru migrasi ke listrik prabayar. OK juga sih, bisa mengukur pemakaian listrik secara lebih mudah. Pemakaian listrik saya per bulan sejak masih pascabayar sekitar 200 kWh. Oh, ya, daya saya 2200 VA. Supaya tidak kena administrasi bank terlalu besar, saya sengaja beli token yang 200 ribu rupiah. Bayangkan kalau beli yang 20 ribuan sepuluh kali: biaya administrasi bank menjadi 10 x 1600 rupiah (di mitra bukopin). Padahal kalau beli 200 ribu langsung, saya cuma kena 1600 rupiah.

    Yang terpikirkan oleh saya adalah berapa lama meter listrik mampu menyimpan data kWh yang telah saya beli kalau aliran listrik PLN terputus, yang kadang-kadang bisa lebih dari 5 jam (rumah saya di Cimahi, Bandung). Kalau tiba-tiba tabungan listrik saya di meteran jadi nol, apakah ini tidak konyol?

    Terus, berapa lama ya PLN memrogramkan pembaruan meter, soalnya alat ukur digital (elektronik) pasti mempunyai umur yang terbatas. Agak berbeda dengan meter listrik mekanik yang jauh lebih bandel.

    Salam.

    • andhito mengatakan:

      untuk pemrograman konversi dari meteran biasa ke meteran digital sebenarnya telah lama disosialisasikan tetapi sayangnya tidak menyeluruh. di kota besar untuk rumah2 yg baru didirikan biasanya ditawari oleh PLN untuk menggunakan meteran digital ini.

      Setau saya jika terjadi pemadaman listrik (overload,meledaknya komponen listrik yg ada di Gardu dll) meteran ini berhenti secara otomatis dan jika listrik nyala kembali maka meteran ini akan secara otomatis jalan seperti biasa sesuai sisa saldo yang ada.

      Nb : Bila ada info yang salah mohon di kroscek. terima kasih.

  5. Noor Hidayat mengatakan:

    Luar Biasa artikelnya Pak Andi. Sekali waktu copas boleh kan?

  6. listrik prabyar memang smakin di minati masyarakat karna lebih irit dan transaparan.

  7. agus mengatakan:

    tambah boros pakai metern pra byr itu

  8. A-Fadil mengatakan:

    Harga per kwh antara listrik prabayar dengan pascabayar sama atau lebih mahal ya, mas trims

    • andhito mengatakan:

      klo harganya tergantung anda langganan di PLN berapa kWh… seperti pelanggan 450kWh dengan yg langganan 3000kWh juga udah lain harga per kWh nya. Untuk pemakaian meteran prabayar ini,hanya mempermudah dalam pengontrolan pemakaian tiap bulan.

  9. Kholis Alinurdin mengatakan:

    Bos. saya baru migrasi ke pra bayar 1 hari lalu. saya cek kok gede banget. 1 bulan saya biasa bayar listrik cuman 450 rb – 500 rb. saya cek pake prabayar selama 24 jam kok bisa sampe 20 meter alias 22 ribuan gitu. apa ada kesalahan pemasangan BTL ya bos. tolong kasih saran. padahal pemakaian listrik saya seperti hari2 biasa.

  10. udin mengatakan:

    tetangga saya pakai PLN prabayar seminggu 50rb sebulan ampir 200rb,..pemakaian biasa2 aja,….sedangkan saya pasca bayar hanya 120rb dengan pemakaian yang sama dengan tetangga,..tolong yakinkan saya kalo prabayar memang lebih murah

    • andhito mengatakan:

      Kayaknya pak udin ini sebenarnya lebih paham dari saya,saya ingin sedikit menjawab dari pertanyaan anda. Sebenarnya kalau dibilang murah atau mahal itu relatif. Murah tidaknya itu tergantung pemakaian. Dilakukannya pengadaan meteran prabayar ini hanya untuk memudahkan konsumen mengontrol pemakaian tiap bulannya saja. Apa benar pemakaiannya biasa saja? Kalau monoton,hanya itu2 saja kemungkinan gak beda jauh dengan pemakaian yang lama sebelum pakai meteran prabayar. (Kalau kurang benar jawaban saya,mungkin bisa anda benarkan!) Terimakasih

  11. DNY mengatakan:

    Kok cuman kelebihannya saja yang diulas? bagaimana dengan kekurangannya?
    Banyak yang bilang LPB ini biaya nya lebih boros, yang biasa sebulan hanya (semisal) 100 ribu (pakai Meteran biasa) namun setelah menggunakan LPB bisa sampai 200 ribu.
    Disamping masih kurangnya penjual Voucher LPB ini…

    • andhito mengatakan:

      Terima kasih sebelumnya. Saya coba menjawab. Kekurangan dari pemakaian meteran prabayar ini yakni:
      1. Repotnya harus beli token/voucher isi ulang ke bank atau tempat penjualan khusus.
      2. Bila habis harus segera mengisi token,bila tidak meteran akan mati secara otomatis bila tidak di isi.
      3. tempat penjualan token di desa2 belum begitu banyak.

  12. rohsul mengatakan:

    pak PLN saya mau tanya, bagaimana dengan kerusakan meterannya, apakah tanggung jawab PLN ato pelanggan dan kalo tanggung jawab pelanggan service meterannya di mana?

  13. wawan mengatakan:

    mas … tanya apa meterannya gk bisa di hacker sama oknum ?? yg mengakibatkan pemborosan …………….

  14. Joko Sutarto mengatakan:

    Kalau saya membandingkan tarif TDL 2010 antara pasca dan prabayar belum bisa dikatakan kalau listrik prabayar lebih hemat dari pasca bayar. Contoh, pada pelanggan R-1 daya 450 dan 900 VA faktanya justru masih lebih murah pakai tarif pasca bayar ketimbang prabayar. Dan pada daya 1300 VA s/d 5500 VA tarifnya juga tidak ada perbedaan antara pasca dan prabayar. Kalau menurut saya seharusnya prabayar harga per KWH harus lebih murah karena pelanggan, kan deposit dimuka ke PLN jadi mesti dibedakan. Betul?

    Saya melihat listrik prabayar hanya cocok buat rumah dengan pemakaian KWH tiap bulannya yang rendah. Contoh rumah tidak dihuni. Karena tiap bulan tak perlu bayar rekening listrik. Dan pakai prabayar akan sangat menguntungkan. Kalau rumah dengan pemakain normal atau tinggi KWHnya lebih baik pakai yang pasca bayar saja.

  15. andi mengatakan:

    PLN BOHONG BESAR KALO MAKE PRABAYAR LEBIH MURAH, KL KONSUMEN MAU MENCOBA MAKE SILAHKAN AJA, PENYESALAN INI JANGAN SAMPAI TERJADI KEPADA KELUARGA2 MISKIN

  16. nasir mengatakan:

    Pak Andhito yg baik, ada solusi ga ya utk kasus berikut ini?

    Saat ini sya ngontrak rumah dan mo pindah ke rumah yg baru (milik sendiri). Sebelumnya sya pasang meteran sndiri (prabayar) biar ga ada salah paham ma yg punya rumah (tkait tagihan bulanannya). Krn rumah baru sya masih pake meteran pasca bayar, sya pengin pake meteran prabayarnya (toh di kontrakan lama ga kpake krn yg pnya kontrakan ga mau tau).
    Pertanyaannya:
    1. Bisa ga meteran prabayar sya pindah-pasangkan ke rumah yg baru?
    2. Klo tidak bisa, meteran prabayar tsb sya apain ya? klo bisa dijual kmana?
    3. Klo bisa, gmn prosedurnya?

    Terima kasih atas solusinya

  17. kecong mengatakan:

    Listrik prabayar sebenarnya merugikan masyarakat. saya melihat banyak masarakat mencari pulsa listrik pada malam hari akibat mereka lupa mengontrol sisa pulsa di KWH, tidak ada ampun dari PLN akhiranya mereka gelap-gelapan.
    PLN yang untuk karena masyarakat membeli pulsa dulu baru memakai listrik.

  18. Wawan/nacex mengatakan:

    Apa ke untungan pemakean arde dan apa pengaruh ada arde dan tidak ada arde pada perabayar?. apa pengaruh sistem TNCS atau TT pada kwh perabayar

  19. Nur Cahyo mengatakan:

    saya juga merupakan salah satu yang sedikit menyesal karena harus ganti meter digital atau pra bayar.awalnya dari penjelasan custumer service di PLN saya mengambil kesimpulan kalau listrik pra bayar bisa lebih irit atau lebih murah karena saya pikir tidak ada biaya beban.tetapi setelah saya ganti dengan listrik pra bayar, yang semula setiap bulannya saya bayar listrik sekitar 300 ribuan, sekarang pulsa 200 ribu hanya dapat saya pakai sekitar 10 hari.jadi kalau saya hitung sebulannya habis sekitar 600 ribu,2 kali lipat dari listrik pasca bayar.saya coba konfirmasikan hal ini pada petugas PLN,penjelasan yang saya dapat borosnya pulsa disebabkan karena instalasi listriknya memakai grounding,padahal rumah saya tidak memakai grounding.saya mau bertanya kepada bapak, apa benar meter listrik digital menjadi boros karena pengaruh grounding ? bagaimana mekanisme kerjanya sehingga grounding mempengaruhi kinerja meter listrik digital ?
    terima kasih atas tanggapannya.

    • anggifardany mengatakan:

      Saya coba bantu jawab ya,pak. . . .meter listrik pra bayar dengan meter yg mekanik tidak ada bedanya sebenarnya. . . .perbedaannya adalah di waktu penggunaan listriknya, klo pra bayar istilahnya “kita bayar dulu baru pake”, klo meter yg lama “kita pake dulu baru bayar”.
      Nah….untuk kasus yg kadang pelanggan merasa pake meter pra bayar lebih mahal, ini harus dicek beberapa hal :
      1. Coba perhatikan jumlah pemakaian kWh setiap bulannya selama pake meter lama dulu. Kalo sama dengan jumlah pemakaian kWh per bulan Bapak setelah pake meter pra bayar brarti tidak akan ada perbedaan biaya.
      2. Coba diingat-ingat apakah waktu Bapak Nur Cahyo pake meter lama Bapak pernah tiba-tiba rekening listriknya melonjak. Klo pernah, dsitulah letak permasalahannya. Dengan meter lama, terkadang tenaga baca meter dari PLN tidak benar membaca meter Bapak (ditaksir/dikira-kira sendiri oleh petugas), sehingga yg tercatat tidak sama dengan yg dipakai Bapak.
      Sekian penjelasan yang bisa saya berikan, apabila ada salah mohon dikoreksi
      Semoga membantu.

    • DI mengatakan:

      Balasan @Nur Cahyo:
      Wah.. petugas PLN tolol darimana yang mengatakan bahwa Grounding menyebabkan listrik boros.?!? Suruh dia sekolah kelistrikan lagi dari dasar.

      Justru demi alasan keamanan, Grounding adalah suatu kewajiban dalam instalasi listrik, yang sayangnya tidak disosialisasikan di Indonesia. Di luar negeri, semua instalasi listrik wajib menggunakan Grounding.

  20. agus mengatakan:

    Banyak masyarakat atau pelanggan listrik untuk pasang baru listrik atau migrasi dari mekanik menjadi kwh prabayar tetapi takut boros dan mengakibatkan padam tiba tiba saat di perlukan dan pulsa habis,sialnya tidak ada yang menjualnya saat tengah malam.
    perlu diketahui borosnya listrik pulsa LPB adalah akibat dari bocornya instalasi listrik atau lebih jelasnya misalnya pada jaringan kabel dalam rumah ada yang sedikit menempel baik kabel (+) atau (-) pada dinding rumah ,body komputer ada stroom nya lebih baik tidak di ground kan atau jangan di simpan di lantai tanpa alas karena pulsa akan tersedot lebih banyak ini akibat dari peng ground nan stroom yang di baca oleh kwh LPB adalah beban besar padahal hanya sebatas komputer yg sebenarnya membutuhkan stroom tidak terlalu besar.dan masih banyak alat rumah tangga yg mungkin bocor mengakibatkan borosnya pulsa
    makanya dari pihak terkait semenjak keluarnya KWH pulsa atau LPB di wajibkan mempunyai sertipikat layak operasi ( SLO ) ini untuk menghindarkan kebocoran instalai yang berakibat boros nya pulsa.
    sekedar share masalah ini bisa email ke : aikotok3@gmail.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s